Tips

Mengulik Perbedaan Reseller Dan Dropshipper, Manakah yang Lebih Untung?

Spread the love

Perkembangan teknologi dan gaya hidup modern sekarang ini turut berpengaruh pada kegiatan bisnis yang telah berjalan sejak dahulu. Dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini, membuat dunia bisnis mengalami inovasi dalam kegiatan transaksi jual beli barang maupun jasa, dimana salah satu yang kini tengah populer yakni bisnis online dengan sistem reseller dan dropshipper. Seiring dengan waktu yang berjalan, kegiatan bisnis lewat online tumbuh dan berkembang semakin pesat, bahkan kini telah menjamur dan marak di kalangan masyarakat. Bisnis tidak lagi dilakukan oleh kalangan orang dewasa seperti pada umumnya, namun generasi muda seperti milenial yang telah banyak melek digital juga turut terjun dalam dunia bisnis online ini.

Kebanyakan dari barang yang diperjualbelikan melalui online ini berupa fashion, makanan, aksesoris dan perlengkapan hobi, hal ini karena minat pasar dari beberapa macam barang tersebut cukup tinggi dan permintaan akan barang terus selalu ada, sehingga tidak heran banyak berkembang aktivitas jual beli yang melibatkan pihak kedua atau yang kini familiar dengan istilah reseller dan dropshipper. Lalu apakah itu reseller dan dropshipper? Di artikel ini akan diulas lebih lanjut mengenai penjelasan dan keuntungan dari kedua bentuk aktivitas juga beli tersebut.

Apa Itu Reseller dan Keuntungannya?

Reseller merupakan sebuah bentuk transaksi bisnis yang dilakukan baik secara individu maupun tim, yang dilakukan dengan pembelian baran maupun jasa, untuk kemudian dilakukan penjualan kembali kepada masyarakat luas. Jadi pembelian produk tidak untuk konsumsi atau pemakaian sendiri, namun untuk dijual lagi. Yang mana hasil tujuannya memperoleh keuntungan dari barang yang telah dijual tadi. Mekanisme kerja menjadi seorang reseller cukup mudah, Anda hanya perlu melakukan pembelian barang melalui produsen, supplier, distributor atau agen yang kemudian melakukan penyediaan barang dengan menstok barang tersebut untuk nantinya dijual kembali dengan persentase nilai jual lebih tinggi dari harga pembelian yang diperoleh.

Keuntungan Reseller

  1. Menjual barang lebih bebas dan leluasa, hal ini karena reseller cenderung mandiri dengan mempunyai stok barang sendiri, dan tidak bergantung pada supplier, sehingga dapat mengakomodir permintaan pasar secara langsung.
  2. Dapat meraup untung besar, dikarenakan reseller menerima potongan harga dari produsen atau supplier dan menjualnya dengan harga yang lebih mahal, secara tidak langsung menambah keuntungan per produk yang dijual oleh reseller tadi.

Kerugian Reseller

  1. Stok yang banyak, barang kurang laku. Terkadang permintaan pasar yang naik turun membuat barang memiliki penurunan penjualan, dengan modal yang telah dikeluarkan namun penjualan yang tidak sesuai target membuat kerugian didapatkan oleh reseller ini.
  2. Barang yang dijual mengalami kerusakan atau penurunan kualitas, sering kali ada barang yang mengalami penurunan kualitas setelah berganti – ganti tangan, maka hal ini juga sering berefek pada penjualan melalui reseller ini, solusinya perlu adanya penjaminan kualitas yang baik terhadap barang yang diperoleh.

Apakah itu Dropshipper dan Keuntungannya?

Dropshipper adalah bentuk kegiatan transaksi yang dilakukan dengan menjadi penghubung antara pembeli dengan penjual, atau dalam istilah lama dikenal dengan nama makelar. Pada bisnis dropshipper, Anda tidak perlu melakukan penyetokkan barang. Namun hanya perlu menawarkan atau memasarkan barang tersebut kepada pembeli. Mekanisme kerja dropshipper lebih sederhana, Anda hanya perlu membuat sebuah konten promosi yang mengandung didalamnya foto produk, kata – kata penawaran, maupun copywriting yang sifatnya persuasif atau mengajak konsumen untuk mampir dan membeli produk yang dijual lewat dropshipper ini. Setelah memperoleh pembeli, barulah dropshipper menghubungi penjual untuk melakukan proses pengiriman kepada pembeli.

Keuntungan Dropshipper

  1. Bisnis dropship dapat Anda mulai dengan modal yang tidak terlalu besar, bahkan Anda juga bisa melakukannya tanpa modal. Karena Anda hanya perlu membuat iklan promosi atau pemasaran yang bersifat persuasif untuk menarik minat pembeli.
  2. Tidak perlu mengurus stok barang, karena dalam dropship, Anda hanya bertindak sebagai penghubung antara penjual dan pembeli, sehingga Anda tidak perlu mengurus kebutuhan stok barang.

Kekurangan Dropshipper

  1. Keuntungan cukup minim, karena harga jual barang masih bergantung pada produsen yang menjual produk tersebut, peran dropshipper hanya penghubung yang mana keuntungan diambil dari hasil pemasaran produk saja.
  2. Tidak leluasa dalam menjual barang, hal ini karena disesuaikan dengan kemampuan produsen dalam memproduksi dan menjual barang. Dengan begitu dropshipper dapat dikatakan masih sangat bergantung pada produsen penjualan.

Setelah mengetahui penjelasan mengenai istilah reseller dan dropshipper diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua bentuk transaksi bisnis diatas memiliki reseller memiliki keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan dropshipper. Hal ini karena reseller mempunyai kelebihan menentukan harga sendiri namun dengan perolehan harga barang yang cenderung lebih murah sehingga keuntungan reseller dapat diperoleh lebih banyak dari hasil penjualan. Adapun dropshipper, keuntungan berdasarkan hasil pemasaran yang diperoleh bersama dengan produsen penjualan, sehingga tidak sebanyak reseller. Sekian